Jokowi Ingatkan Pelaku Usaha Siap Bersaing Dalam Ekonomi Digital
Presiden Jokowi kembali mengingatkan akan persaingan yang akan terjadi ke depan. Sebab itu, kepada pelaku industri agar dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
“Dunia persaingan, dunia kompetisi memang kejam, itu tantangan yang harus kita hadapi,” kata Jokowi, seperti lansir laman poskota, 27 April 2016. saat membuka Indonesia E-Commerce Summit and Expo di Indonesia Convention and Exhbition (ICE) Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Gubernur Banten Rano Karno, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Menurut Jokowi, sekarang ini kita sudah memasukki ekonomi digital dan e-commerce.
“Saya meminta untuk segera memperbesar jumlah ekonomi digital dan e-commerce untuk mengejar dan bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah lama memanfaatkan digital dan e-commerce. Terlebih pelaku e-commerce terbesar di China sudah melakukan ekspansi di Indonesia,” tambah Kepala Negara.
Namun demikian, menurut Jokowi, masuknya kompetitor dari luar Indonesia dimaknai positif.
“Dari luar sudah melihat potensi kita besar, potensi digital ekonomi kita besar. Oleh karena itu di sini ada peluang yang harus diisi,” tambah Jokowi.
Presiden juga menekankan agar anggaran untuk kegiatan pengembangan startup Tanah Air dapat disiapkan dengan baik. Presiden mencontohkan negara Thailand di mana mereka menyiapkan dana sekitar Rp7 triliun khusus untuk program pengembangan startup. Kalau Indonesia tidak cepat bergerak, maka Indonesia akan tertinggal dalam kompetisi. Namun demikian, kompetisi dan kendala yang ada tetaplah harus dihadapi dengan berani.
“Tapi itu tantangan yang harus kita hadapi dan kita harus berani hadapi. Waktu saya undang dulu yang 10 orang ke Istana, saya tanya, apa berani bersaing, semuanya menyatakan berani. Apakah menang, saya tanya. Pak, Kalau kita diberi peluang, diberi support dari belakang, pasti kita menang,” terang Jokowi. (***)