Rakyat Menentukan Sendiri Jenis Pemimpinnya
Jakarta, — Rakyat akan menemukan sendiri jenis pemimpinnya. Itu menyebabkan munculnya pemimpin dari kalangan pengusaha akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi itu sendiri. Demikian juga lahirnya pemimpin yang demokratis, akan sangat bergantung pada perkembangan demokrasi dalam suatu masyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Didik J Rachbini dalam diskusi bedah buku Solusi Bersama Soetrisno Bachir di Jakarta, Rabu (18/4).
Bedah buku yang diterbitkan The Indonesian Institute (TII) ini menghadirkan Direktur TII Riset Anies Baswedan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Saiful Mujani, dan editor buku Zaim Uchrowi.
“Kita tidak bisa memaksakan masyarakat memilih pemimpin yang tak ada dalam benak rakyat, namun kita bisa membantu rakyat dengan melahirkan pemimpin yang dikehendaki rakyat,” ujar Didik.
Saiful mengatakan, demokrasi tak akan muncul tanpa kehadiran kaum pedagang. Dalam sejarah sosial, kaum borjuis atau pedagang ini yang menggantikan penguasa kerajaan atau aristokrat.
“Kita memang tidak punya tradisi bagaimana menjelaskan proses ini, tetapi yang jelas demokrasi membutuhkan keberadaan warga yang otonom dan bukan pegawai,” ujar Saiful.
Munculnya kaum pedagang yang otonom ini membawa tradisi kalkulasi rasional yang menjadi dasar penting bagi proses demokrasi. Hubungan rasional ini pula yang mendorong lahirnya pola hubungan egaliter dalam demokrasi.
Menurut Anies, kelompok pengusaha punya ciri yang sangat berbeda dengan kelompok aktivis yang saat ini banyak menjadi pemimpin. Aktivis mempunyai ciri perlawanan, sedangkan pengusaha atau pedagang punya semangat pembangunan.
“Pembangunan di sini tidak sama dengan arti pembangunan pada era Soeharto, tetapi merupakan semangat transaksi ekonomi sehingga selalu punya kalkulasi yang jelas dalam berpolitik. Mau atau tidak, pemimpin akan muncul dari pasar,” ujar Anies.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir mengingatkan, kepemimpinan nasional memang harus dipersiapkan. Pemimpin itu bisa berlatar belakang pengusaha, aktivis, ataupun yang lain. Namun, pemimpin mendatang tidak akan muncul secara tiba-tiba.
“Kunci dari pemimpin, dia mendapat pengakuan, punya pengikut, visioner, dan punya keberanian mengambil risiko yang sudah diperhitungkan,” ujarnya. (MAM)