Diduga, Kecurangan Pileg Sumsel Terstruktur Secara Masif
Palembang, WS – Kecurangan pemilu legislatif (Pileg) 9 April 2014 yang lalu diduga terstruktur dan masif di beberapa Kabupaten di Sumsel. Hal ini dikatakan oleh Abdul Aziz, Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kantor DPD Perwakilan Sumsel, Jlm Anwar Sastro Lorong Kulit Palembang, Rabu (30/4).
Menurut calon Incumbent DPD Sumsel ini, ada lima kabupaten yang saat rapat pleno di Provinsi masih bermasalah yaitu Musi Rawas, Ogan Komering Ilir (OKI), Empat Lawang, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Dari lima Kabupaten itu mereka menyoroti ada dugaan kecurangan yang
dilakukan dua kompetitonya yaitu, Siska Marleni dan Rogayati Baidjuri yang terjadi di Kabupaten OKI.
Berdasarkan data yang dibeberkan Abdul Azis di kantornya, mengungkapkan hari Minggu (27/4) Siska memperoleh 16.163 suara, sedangkan Rogayati hanya memperoleh 7.291 suara. Namun di hari Senin (28/4) lonjakan perolehan suara Siska menembus angka 29.278 suara. Sementara Rogayati menjadi 14.356 suara.
“Sangat aneh sekali lompatan suara cukup drastis,”jelasnya.
Dia mengakui tidak mengalami kehilangan suara, namun ada juga calon DPD yang suara banyak akhirnya berkurang, diduga suaranya berpindah ke kedua calon DPD itu.
“Permainan terstruktur, suara saya tidak hilang namun suara calon DPD yang lain berpindah,”jelasnya.
Sementara calon DPD lainnya Alamsyah Mustomi, ketika dikonfirmasi Rabu (30/4), apakah perolehan suaranya hilang saat perekapan, dia mengatakan justru sebaliknya, suaranya bertambah dari angka 16.725 menjadi 17.304 suara.
“Saya juga heran. Saya malah tidak suka, biarpun suara saya naik tapi itu bukan perolehan sebenarnya. Ini diubah sendiri, bukan atas permintaan saya,” jelasnya.
Berdasarkan kejadian-kejadian itu, Abdul Aziz (1) maupun Alamsyah Mustomi (5) menolak menandatangani hasil rapat pleno rekapitulasi di KPU Sumsel Samsudin, saksi DPD Aidil Fitrisyah, yang mengaku satu-satunya saksi yang menghadiri rapat pleno, hari Minggu (27/4), melihat keanehan, ketika KPU Sumsel minta tanda tangan sehari setelah rapat pleno.
“Sudah ada calon dua calon DPD yang tanda tangan, dikolom saksi, padahal dua orang yang tanda tangan itu tidak mengikuti jalannya rapat pleno,” ujarnya, Rabu (30/4) di Kantor DPD Perwakilan Sumsel.
Sementara, setelah Rapat pleno terbuka dinyatakan selesai, SH memperoleh Data perolehan DPD KPU Sumsel secara resmi dari Sekreatriat urutan satu sampai lima untuk calon senator asal Sumsel sebagai berikut. Pertama, adalah Percha Leanpuri 819.349 suara, kedua Hj Asmawati 339.726, ketiga H Aidil Fitrisyah 323.373 keempat Siska Marleni, 222.652 pendatang baru dan kelima Abdul Aziz 218.781 suara.
Sementara itu, Aspahani, KPU Sumsel, Kamis (1/5) ketika dikonfirmasi terkait permasalahan di beberapa kabupaten tersebut dirinya mengakuinya.
“Memang masih ada kabupaten empat kabupaten yang masih bermasalah terkait rekapitulasi pileg yang lalu, bagi yang keberatan atau dirugikan silahkan mengisi form yang telah disediakan,”jelasnya.
Sinar Harapan 01 Mei 2014