Ryamizard: Belum Ada Yang Tawari Sebagai Cawapres
Palembang, WS – Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kamis (1/5) mengaku belum mendapat tawaran dari pihak manapun untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Umum Presiden kali ini. Ia, yang menjadi pembicara seminar kebangsaan bertema Stabilitas Politik dan Keamanan Indonesia Lima Tahun Kedepan, mengatakan, dirinya tak pernah ikut politik praktis. Meski demikian, ia mengaku siap jika diminta untuk mendampingi Joko Widodo, capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Belum ada yang menawari sebagai cawapres,”jelasnya, dalam seminar yang dibuka oleh, Prof Badia Parizade, Rektor Universitas Sriwjaya dan dihadiri mantan Walikota Palembang Eddy Santana Putra, dan berbagai politisi partai politik di Sumatera Selatan (Sumsel).
Ryamizard, mantan Komandan Korem Garuda Dempo dan Kepala Staf Kodam II Sriwijaya didengungkan akan mendampingi Joko Widodo sebagai cawapres. Menantu mantan Wakil Presiden (Wapres) Jend Purn Try Soetrisno yang dikenal sebagai “militer murni” ini belakangan menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan, dari warung kopi hingga para politisi di Sumsel. Ketika ditanya soal ini, Ryamizard mengatakan tidak mengangan-angankan menjadi cawapres.
Nama Ryamizard terus menguat, selain Jusuf Kalla (mantan Wapres) meramaikan bursa bakal calon Wapres mendampingi Jokowi, dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P).
Dia menambahkan, kalau Jokowi mau menggandengnya, dirinya siap. Tetapi, dirinya tidak pernah penyodorkan diri untuk menjadi cawapres. Sebelumnya, Maruarar Sirait, tokoh PDI-P mengatakan, tokoh yang masuk dalam bursa cawapres untuk Jokowi dari latar belakang militer salah satunya Ryamizard. Nama lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Pramono Edhie Wibowo.
Sinar Harapan, 01 Mei 2014