Eddy Yusuf Kehilangan Gerindra
PALEMBANG – Niat hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Pepatah ini nampaknya yang pas menggambarkan perjuangan Eddy Yusuf untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur (cagub) Sumsel di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel, Maret mendatang.
Wakil Gubernur Sumsel itu, terancam tidak bisa meneruskan mimpinya untu bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Sumsel. Sebab Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang sebelumnya digadang-gadangkan akan mengusungnya di Pemilukada Sumsel, tiba-tiba mencabut dukungan tersebut
Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, Nuriswanto yang sebelumnya digandeng sebagai calon wakil gubernur (cawagub) tiba-tiba mengundurkan diri. “Dari hasil evaluasi , Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel Nuriswanto tidak melanjutkan kembali pencalonannya sebagai bakal cawagub Sumsel,” kata Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Sumsel, Budiarto Marshul, Senin (26/2/2013).
Ketua Komisi II DPRD Sumsel itu menyebut Nuriswanto sebenarnya sudah direstui oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, untuk mencalonkan diri sebagai bakal cagub Sumsel. Tetapi melihat dukungan masyarakat yang kurang memuaskan, dari hasil sosialisasi selama ini maka kata Budiarto, Nuriswanto memutuskan tidak melanjutkan pencalonannya.
Dengan demikian kata Budiarto, siapa yang bakal diusung oleh Partai Gerindra untuk bakal cagub maupun cawagub sepenuhnya akan diserahkan ke DPP. “Kami juga mengucapkan terima kasih ke DPP atas kepercayaan mendukung Nuriswanto sebagai bakal cawagub,”imbuhnya.
Bagaimana dengan nasib Eddy Yusuf ?, mantan Wakil Wali Kota (wawako) Pagaralam itu mengatakan secara otomatis, juga akan di evaluasi. Sebab pencalonan Eddy Yusuf dan Nuriswanto tegas Budiarto, adalah satu paket.
Sementara Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel, Novran Marjani menambahkan pengunduran diri Nuriswanto tersebut didasarkan dari hasil evaluasi setelah melakukan sosialisasi selama ini. Menurut Novran, hasil evaluasi duet Eddy Yusuf-Nuriswanto tidak memuaskan sehingga pencalonannya pun tidak dilanjutkan. “Semuanya kita serahkan ke DPP. DPP yang memutuskan, siapa yang akan diusung sebagai cagub dan cawagub dari Partai Gerindra. Kemungkinan pada Maret mendatang, keputusan dari DPP sudah ada,” tegas Novran.
Sebelumnya Partai Gerindra disebut-sebut bakal mengevaluasi dukungannya kepada pasangan Eddy Yusuf. Salah seorang petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai yang didirikan mantan Pangkostrad, Prabowo Subianto itu saat menggelar kegiatan di Lahat menyebutkan, Partai Gerindra akan mengalihkan dukungan kepada Ridwan Mukti.
Ketua Dewan Pembina DPD Partai Gerindra Sumsel, Budiarto Marsul yang dihubungi , Selasa (5/2), mengakui adanya kabar tersebut. Namun menurut Ketua Komisi II DPRD Sumsel itu, DPD Partai Gerindra Sumsel masih menunggu keputusan dari DPP. “Apapun keputusan dari DPP, akan kita patuhi,” tegas Budiarto.
Mantan Wakil Walikota (Wawako) Pagaralam ini juga menyebut, sampai saat ini Gerindra masih terus melakukan sosialisasi pasangan Eddy Yusuf – Nur Iswanto sebagai pasangan balon gubernur dan wakil gubernur Sumsel periode 2013-2018.
“Kita juga melakukan evaluasi. Evaluasi ini untuk melihat respon dari masyarakat dan DPC-DPC Partai Gerindra se Sumsel, apakah calon yang didukung bisa menang atau tidak. Jika dari evaluasi tidak memungkinkan mendukung Eddy Yusuf, maka dukungan Gerindra akan berubah ke calon lainnya,” kata Budiarto.
Dihubungi terpisah, Ketua DPD Partai Gerindra, Nur Iswanto yang juga balon Wagub Sumsel membenarkan adanya evaluasi dari DPP terhadap pencalonannya. Anggota DPR RI ini mengatakan, sampai saat ini ia masih berpasangan dengan Eddy Yusuf. “Sampai saat ini, saya masih berpasangan dengan Eddy Yusuf dan terus melakukan sosialisasi,” tegasnya.
Menurut Nur Iswanto, evaluasi dari DPP itu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, sebelum ada pendaftaran ke KPU Sumsel, masih memungkin untuk dilakukan perubahan. “Jika DPP memasangkan saya dengan calon lain, maka saya siap mengikuti keputusan DPP,” tukasnya.