Ini Mengecewakan
Tak hanya kalangan muda Jakarta yang menyoal kandidat calon gubernur (Cagub). Tokoh Betawi Ridwan Saidi juga mencemaskan manuver partai politik (Parpol) yang hingga kini hanya memberi tiket kepada dua Cagub.
Ridwan Saidi menyatakan, minimnya jumlah kandidat Cagub di Jakarta patut dipertanyakan. “Dimana-mana, pemilihan kepala daerah (Pilkada) itu calonnya biasanya empat. Di Jakarta yang banyak figur pemimpin potensial, kok hanya dua kandidat,” ujarnya.
Memang, hingga saat ini, hanya ada dua kandidat Cagub DKI yang dipastikan mendapat tiket Pilkada. Mereka adalah Fauzi Bowo yang disokong Koalisi Jakarta dan Adang Daradjatun yang didukung PKS. Sedangkan kandidat lainnya seperti Agum Gumelar dan Sarwono Kusumaatmadja, menurut Saidi, terkesan sengaja dihadang agar tidak lolos persyaratan calon. “Ada yang sengaja berkomplot agar kandidatnya cuma dua. Ini mengecewakan dan menghina kecerdasan warga Jakarta,” tuding Saidi.
Dia meragukan kemampuan dua figur tersebut dalam menyelesaikan permasalahan di ibukota. “Saya ragu mereka akan membawa perubahan di Jakarta,” imbuh Saidi.
Karena itu, Mantan Ketua Umum PB HMI ini menyatakan siap memimpin kampanye Golput jika sampai batas akhir pendaftaran ke komisi pemilihan umum (KPU) Provinsi tidak ada kandidat lain di luar Foke-sapaan Fauzi-dan Adang. “Kalau cuma dua, saya akan pimpin gerakan Golput. Rakyat layak untuk tidak menggunakan hak pilihnya, karena pilihan politiknya terbatas,” tegas Saidi.
Saidi meyakini, publik DKI tidak terlalu bergairah mengikuti Pilkada langsung pertama kalinya di Jakarta ini. Dia bahkan memprediksi, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya tidak lebih dari 30 persen dari 5,2 juta daftar warga potensi pemilih. “Paling-paling cuma 30 persen yang ikut Pilkada. Saya siap menggerakkan agar pemilih Pilkada seminim mungkin,” pungkas Jurkam PPP pada Pemilu 1977 ini.
Menurutnya, Golput adalah sikap politik yang bisa dipertanggung jawabkan. “Tidak perlu dituding macam-macam,” katanya kepada Indo Pos kemarin. (yus/ward)
Indo Pos | Jum’at, 13 April 2007