Opini & Catatan
2 mnt baca • 3 pembaca

Kalla-Kiemas Sepanggung

Wardoyo, S.I.Kom.
Wardoyo, S.I.Kom. Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028
Kamis, 24 Mei 2007

tk.jpgJAKARTA – Puncak peringatan hari kelahiran (Harlah) Ke-73 Gerakan Pemuda Ansor tadi malam berlangsung semarak. Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf mempertemukan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tokoh PDIP Taufiq Kiemas pada acara tersebut.

Saifullah kembali menegaskan bahwa dirinya ikhlas di-reshuffle dari Kabinet Indonesia Bersatu. Mantan menteri pembangunan daerah tertinggal (PDT) itu menyatakan Ansor tetap komitmen mendukung pemerintah sampai 2,5 tahun ke depan.

“Kalau pemerintah baik, yang untung juga masyarakat. Kalau pemerintah gagal, ya kita cari (presiden) yang lain,” kata Saiful disambut tepuk tangan Kalla, Taufiq Kiemas, dan sekitar 500 undangan.

Mantan pembantu presiden itu juga beberapa kali memuji Kalla. Menurut Saiful, di tangan Kalla masalah yang rumit menjadi sederhana dan penyelesaiannya jelas. Pada saat yang sama harus dipahami banyak masalah yang belum terselesaikan.

Alasan mengundang Kalla, kata Saiful, karena saat menjadi Menko Kesra, Kalla pernah datang ke Ansor. Waktu itu gedung Ansor belum jadi. “Pak Kalla waktu itu nyumbang Rp 50 juta, tapi dicicil empat kali,” kata Saiful.

“Kalau Pak Taufiq memang baru pertama kali ke sini. Tapi, saat Ibu Mega jadi presiden maupun Wapres, sumbangannya juga sampai ke Ansor. Yang dijanjikan, tapi tidak pernah sampai itu sumbangan dari Rokhmin Dahuri (mantan menteri kelautan dan perikanan),” sambungnya.

Kalla dalam sambutannya mengatakan, dirinya pernah menjadi anggota Pandu Ansor. “Saya dengar tadi mars Ansor luar biasa. Siap mengorbankan jiwa dan raga. Kalau sudah itu, apalagi yang lain,” kata Kalla disambut tepuk tangan warga Ansor.

Kalla mengatakan, dulu Nabi Yusuf dikenal bisa menyelesaikan krisis pangan dalam tujuh tahun. Kabinet Indonesia Bersatu, kata Kalla, sebenarnya memiliki empat Yusuf. “Ada saya, Saifullah Yusuf, Yusuf Asyar’i (menteri perumahan rakyat), dan Yusuf Anwar (mantan Menkeu). Tapi, sekarang tinggal dua. Saiful diistirahatkan untuk membina Ansor,” kata ketua umum Partai Golkar itu.

Pertemuan Kalla dan Kiemas itu merupakan momen bersejarah. Dua tokoh partai besar di Indonesia itu belum pernah bertemu sepanggung. Kiemas datang lebih awal dengan mengajak Sekjen DPP PDIP Pramono Anung dan Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo. Sedangkan Kalla mengajak Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso.

Hadir juga Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua PB NU Said Agil Siraj, dan Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah kiai juga hadir, yakni KH Subadar dan KH Idris Marzuki.

Mengenai pertemuan politis tersebut, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan, PDIP selalu terbuka untuk bersilaturahmi kepada siapa pun. “Ke depan PDIP juga siap bergandeng tangan dengan siapa saja,” jelasnya. Termasuk dengan Partai Golkar? “Dengan siapa saja,” tegasnya. (tom/tir)

Bagikan Tulisan Ini:
Wardoyo, S.I.Kom.

Wardoyo, S.I.Kom.

Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028

SK PWI Pusat Nomor: 033/PP-PWI/XI/2025

Wartawan Utama Dewan Pers, Anggota DKP PWI Sumsel, dan pegiat advokasi jurnalisme di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kompetensi Pers: UKW Utama Dewan Pers
Dewan Kehormatan: DKP PWI Sumatera Selatan
Lihat Semua 320 Tulisan
Profil Penulis

Wardoyo, S.I.Kom. adalah Wartawan Tingkat Utama Dewan Pers dan Ketua PWI Banyuasin Periode 2025–2028. Seluruh tulisan ini merupakan arsip pemikiran dan dedikasi profesional.

Lihat Portofolio & Rekam Jejak

Kontak Pengurus PWI

Pilih kontak WhatsApp pengurus harian di bawah ini

Wardoyo, S.I.Kom
Wardoyo, S.I.Kom

KETUA PWI BANYUASIN

H. Gusra Yetri, SH
H. Gusra Yetri, SH

WAKIL KETUA PWI

Deni Arianto
Deni Arianto

SEKRETARIS PWI

Ridho Andi Sucipto, M.Pd
Ridho Andi Sucipto, M.Pd

BENDAHARA PWI