Kalla: Pamor Golkar Turun karena Pemerintah
JOGJAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla mengakui, turunnya pamor partai yang dipimpinnya itu tidak bisa dipisahkan dari kualitas kinerja pemerintah. Sebab, partai berlambang beringin itu adalah pendukung terbesar pemerintah.
“Memang pada bulan Februari-Maret banyak masalah yang menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Ada masalah beras, banyak terjadi kecelakaan. Tentu (itu) memberikan nuansa terhadap citra pemerintah dan juga Partai Golkar,” kata Kalla menjelaskan korelasi antara citra pemerintah dan Golkar di sela-sela Rakornas Golkar di Grand Hyatt Hotel Jogjakarta kemarin.
Kalla yang juga wakil presiden itu melihat, turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan Partai Golkar banyak dipicu masalah ekonomi. Karena itu, dia yakin pada kuartal kedua tahun ini dan tahun depan, pertumbuhan ekonomi akan semakin membaik dan kepercayaan masyarakat akan pulih. “Produksi beras sudah kita tingkatkan. Peningkatan ekonomi terus dilakukan,” tandasnya.
Menurunnya citra Partai Golkar itu ditangkap dari sejumlah survei politik. Salah satu hasil survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) menunjukkan bahwa popularitas Golkar drop dan kini berada di bawah PDIP.
“Solusinya sangat sederhana. Yaitu, dengan memperbaiki semuanya,” ujar Kalla. Dia yakin, dalam waktu dekat -jika survei dilakukan lagi- citra pemerintah sekaligus Partai Golkar akan pulih.
Partai Golkar juga harus ngebut mengevaluasi program-programnya demi mengembalikan citra. Ketua DPP Partai Golkar Theo L. Sambuaga mengatakan, dua tahun ke depan (sebelum Pemilu 2009), kader-kader partai yang berkesempatan menjadi kepala daerah harus memprioritaskan berbagai program kerakyatan.
“Kami minta kepala daerah dari Golkar menggerakkan perekonomian rakyat, khususnya sektor riil, sesuai dengan spesifikasi daerah masing-masing,” kata Theo. Di antara program yang akan dikebut adalah pelatihan kerja lapangan terhadap para relawan penanganan bencana alam. Program tersebut dinilai sangat efektif untuk meraih simpati masyarakat. Dalam berbagai survei, TNI dinilai sebagai lembaga negara terpopuler karena selalu hadir paling awal ketika bencana alam terjadi.
Pelatihan akan dilakukan para penyuluh terhadap relawan kader Golkar di seluruh Indonesia. “Termasuk pelatihan evakuasi korban bencana alam,” lanjut ketua Komisi I DPR tersebut. Selain itu, akan dipersiapkan berbagai penyuluhan antinarkoba dan pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM).
Pernyataan Theo itu diperkuat Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Muarif. Menurut dia, tidak bisa lagi Partai Golkar mengandalkan jumlah kader di eksekutif dan legislatif, baik di daerah maupun pusat, untuk meraup simpati masyarakat. Sebab, masyarakat lebih membutuhkan aksi nyata dalam peningkatan kesejahteraan.
“Kader Golkar yang menjadi kepala daerah harus segera mengubah arah prioritas program kerja. Dalam dua tahun ke depan, kami minta agar ada pemberdayaan ekonomi rakyat dan pembangunan infrastruktur,” tandas Syamsul. Penyikapan terhadap hasil survei LSI juga mendorong DPP PG untuk mengubah strategi politik di tingkat daerah dan nasional. Kalla dalam rapat tersebut menginstruksikan agar kadernya menghindari setiap pertarungan atau konflik politik yang sangat mungkin bisa terjadi. (cak/ward)