Kendaraan Milik Wartawan Dirusak saat Berdemo
INTIMIDASI terhadap wartawan di Palembang, Sumatra Selatan, belum usai. Setelah dua pekerja pers dianiaya anggota TNI-AU pada Rabu (21/11), kemarin giliran enam kendaraan jurnalis jadi korban perusakan.
Aksi itu terjadi saat ratusan wartawan media cetak, televisi, dan daring berunjuk rasa di pintu gerbang markas Pangkalan Udara TNI-AU di Talang Betutu, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame. Tidak ada tindak kekerasan saat aksi berlangsung.
Ratusan peserta aksi juga ditemui Komandan Lanud Palembang Letkol Adam Suharto. “Kami menyesalkan kejadian itu dan akan menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku di TNI. Kejadian serupa tidak akan terulang lagi karena kita semua bersama-sama menjalankan tugas bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata dia.
Unjuk rasa pun usai. Namun, saat para jurnalis hendak kembali, mereka dikejutkan dengan kondisi kendaraan. Enam mobil rusak oleh coretan akibat goresan paku atau pisau. Kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Sukarame.
“Kami akan memproses dan menyelidiki kejadian ini,” janji Kapolsek Sukarame Komisaris Imam Tarmudi.
Kekerasan terhadap jurnalis di Palembang menimpa Kris Samiaji, pewarta foto Sumatera Ekspres, dan Adi Kurniawan, wartawan Berita Pagi. Keduanya tengah meliput konflik warga dan TNI-AU karena kasus sengketa lahan. Kris dianiaya, sedangkan Adi mendapat ancaman.
Ancaman juga menimpa Zuhdi Anshari, wartawan harian Koran Riau yang bertugas di Kabupaten Indragiri Hulu, setelah memberitakan soal penyuapan yang dilakukan seorang manajer koperasi sawit terhadap pejabat dinas perkebunan.
“Saya dua kali diancam hendak dibunuh. Yang pertama lewat seorang teman dan terakhir Selasa (20/11) lalu, dia menelpon langsung,” papar Zuhdi.
Korban sudah melaporkan pengancaman itu ke Polsek Rengat Barat. “Kami akan segera memanggil saksi dan terlapor,” janji Kapolsek Rengat Barat Komisaris Afrizon.(SU/BG/N-2)
Sumber : http://www.mediaindonesia.com