Konvergensi Bakal Terjadi Pasca-Pemilu 2009
Kompas- – Pasca- Pemilihan Umum 2009 kekuatan partai politik diprediksi akan mengalami konvergensi gerakan. Penggabungan parpol akan lebih rasional dan obyektif.
Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Indra J Piliang, di Jakarta, Senin (11/6), mengutarakan hal itu menanggapi fenomena lahirnya parpol baru berikut minimnya penggabungan parpol.
Menurut Indra, konsolidasi demokrasi bisa diukur dalam dua kali penyelenggaraan pemilu. Yang pertama adalah Pemilu 2004, di mana telah terjadi perubahan konstitusi dan TNI/Polri tidak lagi diangkat untuk mengisi parlemen. Karena Pemilu pertama itu masih menyisakan rasa penasaran, terjadilah divergensi gerakan di kalangan parpol, terutama di kalangan elitenya.
Terus tumbuhnya parpol baru juga terjadi karena kekuatan mayoritas—atau setidaknya yang dominan—dalam panggung politik belum terbentuk. Salah satu tujuan awal perlawanan atas rezim otoritarian adalah persebaran titik kekuasaan. Sejauh ini, persebaran titik kekuasaan itu sudah tercapai. Tahap berikutnya yang harus dilalui adalah menjadikan salah satu atau dua sebagai kelompok dominan.
Secara terpisah, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti menyebutkan, kinerja buruk parpol yang ada semestinya menjadi argumentasi dasar pentingnya terus-menerus memperkenalkan parpol baru dan membuka kesempatan bagi mereka ikut dalam pemilu. Untuk mendobrak kepartaian yang sentralistik, keran kompetisi parpol justru harus lebih dipompa. (dik/ward)