Politik & Pemilu
3 mnt baca • 6 pembaca

Meski merasa dizalimi, PBB Tetap Dukung SBY

Wardoyo, S.I.Kom.
Wardoyo, S.I.Kom. Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028
Selasa, 08 Mei 2007

Berpolitik.com– Bersama PKPI, PBB memotori pencalonan SBY-Kalla yang mulanya hanya diusung Partai Demokrat. Berbeda dengan proses di PKPI yang berjalan cukup alot, pencalonan di PBB berjalan relatif lancar. Tak mengherankan pula jika pada saat pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu, PBB mendapat jatah 2 kursi menteri (Mensekneg dan Menteri Kehutanan) serta 1 posisi setingkat menteri (Jaksa Agung).

Peraihan 3 kursi menteri ini tak pelak sempat mengundang “kecemburuan” sejumlah parpol besar.Soalnya, PBB dianggap “kurang berkeringat” karena hanya punya 11 kursi di DPR. Jumlah ini dianggap tak signifikan dalam mengamankan kebijakan pemerintah dari gempuran parlemen.

Dalam reshuffle kali ini, pendulum tak berpihak pada PBB. Selain kehilangan kursi Jaksa Agung, PBB juga harus menerima kenyataan,Ketua Dewan Syuronya, Yusril Ihza Mahendra diberhentikan sebagai mensekneg. Kalangan PBB merasa masgyul. Tidak saja dari cara pemberitahuannya yang hanya melalui Sudi Silalahi, tetapi juga alasan pencopotannya: tekanan dan opini publik.

“Kita merasa dikhianati!” seru Ali Mochtar Ngabalin, anggota DPR dari Partai Bulan Bintang. Berikut wawancara via telpon berpolitik.com dengan Ketua DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia 2003-2006 ini seputar pencopotan Yusril, Senin(7/5):

Bagaimana Kkomentar Anda soal pencopotan Yusril Ihza Mahendra pada reshuffle kali ini??
Kita merasa kecewa dengan keputusan ini, sekaligus merasa di zalimi dan dikhianati. Apakah hanya seperti itu penghargaan yang diberikan presiden terhadap pertemanan yang telah kita bangun? Apakah hanya seperti ini seorang pemimpin seperti Presiden SBY menghargai seorang Yusril Ihza Mahendra?

Apakah sebelumnya PBB sudah dipastikan bahwa Yusril tidak akan dicopot?
Ya tidak diberitahu. Tapi kita juga yakin bahwa PBB tidak mungkin dikhianati atau dizalimi oleh Presiden SBY.

Kenapa?
Karena sejak awal kita percaya bahwa sampai dengan akhir pemerintahan SBY, kita tetap tidak akan dicederai dan tidak dikhianati. Memang ini pilihan politik, ini kenyataan yang terjadi. Dalam hidup saya, saya baru menyadari bahwa tidak ada pertemanan abadi, tidak ada persahabatan abadi. Saya baru benar-benar merasakan saat ini, bahwa dalam politik itu yang berlaku hanya kepentingan, hanya kenyataan.

Anda kecewa?
Saya tidak kecewa. Tapi karena saya manusia, saya kecewa. Saya tidak sedih, tapi karena saya manusia, saya sedih. Saya merasa dizalimi. Saya mengikuti proses naiknya SBY sedari awal. Kita mengikuti pertemuan demi pertemuan. Kita tahu apa yang telah kita perbuat, apa yang telah kita lakukan untuk berdirinya pemerintahan ini. Saya mengikuti proses tersebut. Kenapa SBY berkhianat? Kenapa SBY menzalimi kita?

Apakah kekecewaan Anda adalah kekecewaan partai juga?
Ini pernyataan partai. Partai merasa dizalimi. Kenapa orang yang nongkrong-nongkrong yang jumlahnya hanya 25 orang didengar SBY? Kenapa SBY lebih mendengar opini soal tekanan publik terhadapnya? SBY telah melanggar etika politik.

Kapan Anda mendengar kabar bahwa Yusril Ihza Mahendra akan dicopot? Bisa ceritakan
kalau tidak salah sebelum shalat Jum’at. Iya, benar. Bayangkan, seorang pemimpin seperti SBY mengutus Sudi Silalahi untuk menyampaikan berita tersebut. Seorang SBY tidak bersikap gentleman untuk menyampaikan langsung kepada Yusril Ihza Mahendra. Seorang Presiden SBY sudah tidak fair lagi.

PBB telah kehilangan dua orang ”jagoannya”. Menurut Anda, siapa pihak-pihak yang menginginkan pencopotan Yusril Ihza Mahendra dan Abdulrahman Saleh (Jaksa Agung)?
Ya presiden-lah. Karena presiden yang menginginkan semua ini.

Buka karena ada intervensi dari pihak lain terkait dengan keputusan tersebut?
Saya tidak tahu pasti. Tapi itu mungkin saja. Ada pihak-pihak yang datang, kemudian membisiki SBY.

Apakah PBB akan menarik MS. Ka’ban dari Kabinet Indonesia Bersatu, dan menjadi oposisi?
Kita sudah punya komitmen terhadap pemerintah. Kita harus jalankan komitmen itu. kita tidak akan menarik MS Ka’ban dari kabinet karena kita sudah berkomitmen. Kita akan mendukung pemerintahan ini hingga habis masanya. Tapi kita lihat perkembangan. Kalau ada banyak yang mengusulkan lebih baik menarik MS Ka’ban, tapi tetap memilih mendukung pemerintahan ini, dan kalau itu yang terbaik, kenapa tidak? (*)

Bagikan Tulisan Ini:
Wardoyo, S.I.Kom.

Wardoyo, S.I.Kom.

Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028

SK PWI Pusat Nomor: 033/PP-PWI/XI/2025

Wartawan Utama Dewan Pers, Anggota DKP PWI Sumsel, dan pegiat advokasi jurnalisme di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kompetensi Pers: UKW Utama Dewan Pers
Dewan Kehormatan: DKP PWI Sumatera Selatan
Lihat Semua 320 Tulisan
Profil Penulis

Wardoyo, S.I.Kom. adalah Wartawan Tingkat Utama Dewan Pers dan Ketua PWI Banyuasin Periode 2025–2028. Seluruh tulisan ini merupakan arsip pemikiran dan dedikasi profesional.

Lihat Portofolio & Rekam Jejak

Kontak Pengurus PWI

Pilih kontak WhatsApp pengurus harian di bawah ini

Wardoyo, S.I.Kom
Wardoyo, S.I.Kom

KETUA PWI BANYUASIN

H. Gusra Yetri, SH
H. Gusra Yetri, SH

WAKIL KETUA PWI

Deni Arianto
Deni Arianto

SEKRETARIS PWI

Ridho Andi Sucipto, M.Pd
Ridho Andi Sucipto, M.Pd

BENDAHARA PWI