Opini & Catatan
3 mnt baca • 4 pembaca

Presiden Bantah Terima Dana DKP dan Dana Asing

Wardoyo, S.I.Kom.
Wardoyo, S.I.Kom. Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028
Jumat, 25 Mei 2007

Jakarta– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sby-jk.jpgmenegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), serta dana asing, saat mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres) pada tahun 2004. Hal itu ditegaskan Presiden SBY, Jum’at (25/5) siang, di halaman tengah istana. Saat memberi keterangan pers, Presiden didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Kata SBY, “Hal ini akhirnya menjadi isu politik, karena diketahui salahsatu capres 2004 yakni Amien Rais telah mengaku menerima dana DKP dari Rohkmin Dahuri, dan kemudian Amien Rais mengembangkan opini, kemungkinan capres lain juga menerima, termasuk dana asing yang berasal dari Washinton,” kata SBY. Pada perkembangannya, lanjut Presiden, publik mengetahui arah opini yang dibangun, termasuk opini bahwa yang menerima dana asing adalah Capres SBY – JK. ”Awalnya saya tidak ingin menanggapi isu seperti ini. Tetapi akhirnya saya memandang perlu untuk memberikan penjelasan langsung, karena isu atau fitnah ini telah menyangkut kehormatan dan nama baik saya yang dilindungi secara hukum,” tegas Presiden.

“Saya dan Jusuf Kalla sekali lagi jelas, tidak pernah menerima dana DKP maupun dana asing itu. Dengan demikian opini yang dibangun benar – benar menyesatkan dan tidak sehat,” kata Presiden. Termasuk tim kampanye SBY – JK, lanjut Presiden, tidak pernah menerima dana DKP.

”Saya sudah hampir seminggu ini, melakukan pengecekan, melalui bapak Jusuf Kalla, melalui anggota tim kampanye, dan teman-teman lain, termasuk mempelajari nama-nama yang ada dalam dokumen yang diserahkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), tidak ada keterangan yang bisa menguatkan bahwa anggota tim kampanye SBY – JK menerima dana DKP itu,” jelas Presiden.

“Disebut-sebut di media massa misalnya, disebut Imam Addaruqutni. Namun beliau sendiri sudah membantah, bukan tim SBY – JK, dan tidak menerima dana itu. Juga disebut-sebut ada Munawar Fuad, yang baik Pak Rokhmin dan Munawar Fuad sudah membantah, bahwa mereka tidak dalam kaitan tim kampanye SBY – JK, melainkan ada pekerjaan bersama yang mereka lakukan. Kemudian disebut – sebut Blora Center, juga telah memberikan penjelasan bahwa bukan tim SBY – JK,” ujar Presiden.Oleh karena itu, Presiden mempersilahkan untuk mengecek kepada sumber –sumber yang bersangkutan, karena menurut Presiden, dirinya ingin transparan dan terbuka agar diketahui persoalan yang sesungguhnya.

Walaupun ada peluang hukum yang bisa dilakukan oleh Presiden karena telah terjadi fitnah, tetapi menurut Presiden, sejauh ini dirinya belum termasuk untuk menuntut secara hukum, baik kepada Amin Rais maupun kepada pihak – pihak yang menuduhnya telah telah menerima dana DKP. “Saya tidak suka disebut sedikit –sedikit menuntut. Ini tidak sehat, kecuali bagaimana nanti perkembangannya, karena saya mengikuti terus dinamika perpolitikan di negeri ini,” kata Presiden. (osa/win)

Bagikan Tulisan Ini:
Wardoyo, S.I.Kom.

Wardoyo, S.I.Kom.

Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028

SK PWI Pusat Nomor: 033/PP-PWI/XI/2025

Wartawan Utama Dewan Pers, Anggota DKP PWI Sumsel, dan pegiat advokasi jurnalisme di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kompetensi Pers: UKW Utama Dewan Pers
Dewan Kehormatan: DKP PWI Sumatera Selatan
Lihat Semua 320 Tulisan
Profil Penulis

Wardoyo, S.I.Kom. adalah Wartawan Tingkat Utama Dewan Pers dan Ketua PWI Banyuasin Periode 2025–2028. Seluruh tulisan ini merupakan arsip pemikiran dan dedikasi profesional.

Lihat Portofolio & Rekam Jejak

Kontak Pengurus PWI

Pilih kontak WhatsApp pengurus harian di bawah ini

Wardoyo, S.I.Kom
Wardoyo, S.I.Kom

KETUA PWI BANYUASIN

H. Gusra Yetri, SH
H. Gusra Yetri, SH

WAKIL KETUA PWI

Deni Arianto
Deni Arianto

SEKRETARIS PWI

Ridho Andi Sucipto, M.Pd
Ridho Andi Sucipto, M.Pd

BENDAHARA PWI