SBY Resmikan Proyek Senilai Rp 399,92 M
Nusa Penida– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan beberapa menteri, Sabtu (28/4) siang melakukan kunjungan kerja ke Pulau Penida, Bali, untuk meresmikan beberapa proyek di Bali dan menyerahkan bantuan kepada petani, nelayan dan UKM.
Beberapa menteri yang ikut dalam rombongan Presiden antara lain Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali, Menbudpar Jero Wacik, Menag Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, KSAL Laksamana Slamet Subiyanto, Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Gubernur Bali Dewa Beratha.
Kecamatan Nusa Penida yang masuk wilayah Kabupaten Klungkung, terdiri dari tiga pulau yaitu Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Dari Padang Bay, rombongan Presiden menyeberang ke Nusa Penida dengan feri Ro-ro ‘Nusa Jaya Abadi` selama 1 jam. Feri buatan PT PAL Surabaya yang dinaiki Presiden dan rombongan itu sandar di pelabuhan Nusa Penida, yang selesai dibangun dan terletak di Desa Batu Nunggul.
Feri Ro-ro dan Pelabuhan Penyeberangan Nusa Penida ini, adalah bagian dari beberapa proyek yang diresmikan Presiden. Proyek lainnya antara lain Jl. Ida Bagus Mantra sepanjang 26 ,85 Km dengan lebar 40 meter senilai Rp 165,58 milyar (APBD Provinsid an APBN) dari Tohpati ke Kusamba, proyek Bendungan Telaga Tunjung di Kabupaten Tabanan senilai Rp 99,43 milyar (sebagian besar APBN), proyek jembatan Tukad Bangkung di Kabupaten Badung sepanjang 360 meter dengan lebar 9,6 meter senilai Rp 57,2 milyar, proyek Pelabuhan Penyeberangan Nusa Penida senilai Rp 59,5 milyar dan feri Ro-ro seharga Rp 18,2 milyar. Jumlah nilai total proyek-proyek yang diresmikan Presiden di Nusa Penida ini Rp 399,92 milyar.
Selain meresmikan proyek-proyek di atas, Presiden juga menyerahkan bantuan kepada petani, nelayan dan UKM, antara lain jaminan tunai kepada masyarakat Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar masing-masing Rp 850 juta, bantuan benih rumput laut senilai Rp 500 juta, 7 buah motor tempel, Pembangunan SPDN di Kabupaten Karangasem senilai Rp 425 juta, pembangunan kedai pesisir di kota Denpasar senilai Rp 350 juta, bantuan Program Pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha Mikro untuk 20 koperasi senilai Rp 2 milyar, bantuan program pasar tradisional senilai Rp 1 milyar, bantuan Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera untuk 3 koperasi senilai Rp 300 juta, serta bantuan benih jagung komposit sebanyak 16,35 ton untuk 16 kelompok tani.
Gubernur Bali, Dewa Beratha dalam laporannya mengatakan bahwa Provinsi Bali yang berpnduduk sekitar 3,5 juta jiwa, akan dapat terus dikembangkan terutama dalam bidang pariwisata, tetapi untuk menunjang itu perlu dibangun infrastruktur pendukung. “Kami masyarakat Bali sangat berterimakasih karena pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupetan secara bertahap telah menyediakan infrastruktur yang diperlukan itu,” kata Dewa Beratha.
Presiden SBY dalam sambutannya berharap agar proyek-proyek yang diresmikan ini dapat dimanfaatkan dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena salah satu penopang meningkatnya perekonomian rakyat adalah tersedianya infrastruktur yang memadai.
Presiden juga . mengingatkan agar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten cerdas dan kreatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, karena pola pembiayaan pembangunan sekarang tidak semuanya datang dari pusat, tetapi dibiayai bersama-sama dari bawah, kemudian naik ke provinsi dan kemudian pusat akan membantu jika memang diperlukan.
Usai memberi sambutan, Presiden berdialog dengan perwakilan masyarakat. Usai dialog, sebelum meninggalkan acara dan menuju ke feri untuk berlayar kembali kie Padang Bay, Presiden dan Ibu Ani menanam pohon di halaman pelabuhan, serta melepaskan beberapa ekor burung jalak bali ke udara bebas.
Acara peresmian beberapa proyek di Bali yang dipusatkan di Pelabuhan Penyeberangan Nusa Penida ini, dihadiri sekitar seribu undangan. (nas)