Panglima TNI Izinkan Penggunaan Bekang
Palembang–Panglima TNI Jenderal DJoko Santoso mengizinkan penggunaan lahan Markas Bengkel dan Perlengkapan (Bekang) Kodam II/Sriwijaya. Rencananya pemerintah kota ini mengembangkan kawasan Sekanak sebagai pusat kawasan ekonomi terpadu dalam waktu dekat bakal terwujud. “Izin sudah kita terima. Jadi, tidak ada lagi halangan,” kata Wali Kota Eddy Santana Putra. Langkah awal, menurut Eddy, pemkot akan mencarikan investor yang siap berinvestasi di bidang perhotelan. Rencananya, di lokasi Bekang yang terletak di simpang Sekanak itu akan dibangun Restoran Musi dan Hotel Shulton. Perkiraan investasi sekitar Rp 300 miliar.
Menurut Eddy, Hotel Shulton akan dibuat dengan ciri khas Palembang tempo dulu yang dipadu dengan konsep dan sarana prasarana modern. Khusus untuk restoran, luas lahan yang dipersiapkan 1.062 meter persegi. “Lahan restoran ini terletak di sebelah Bekang II/Sriwijaya yang kini ditempati oleh para pedagang pasir.” Selain menampilkan konstruksi khas Palembang, kapasitas restoran cukup besar.
Mampu menampung 200-400 orang dengan menampilkan menu khas Palembang. Masih kata Eddy, di kawasan itu juga bakal dibangun kompleks pertokoan bertaraf internasional, dermaga wisata dan niaga, taman serta lapangan pinggir sungai dan didukung juga oleh hunian eksklusif dengan gaya Eropa. “Konsep yang kita usung mempertahankan kejayaan Palembang masa lalu, yang kaya akan budaya dan perpaduan berbagai etnik dan arsitektur dunia,” ujarnya. Diungkapkan, semua bangunan dirancang menghadap langsung ke Sungai Musi. Jadi, pengunjung pertokoan ataupun tamu yang akan menginap di hotel tersebut bisa menyaksikan indahnya panorama Sungai Musi. Bagi pengunjung ataupun tamu hotel yang ingin menikmati sepoinya udara Sungai Musi, cukup berjalan ke sisi depan pertokoan untuk menaiki katek ataupun kendaraan air lainnya. Lebih memanjakan pengunjung, akses ke kompleks ini akan dibangun melalui dua arah, yakni darat dan air. Karenanya pada sisi depannya akan dijadikan dermaga labuh bagi ketek dan kendaraan angkutan air lainnya.
Semua bangunan kompleks pertokoan dan perhotelan dirancang khusus dengan memadukan konsep tradisional-modern. Pintu dan ventilasi udara dibuat gaya arsitektur Belanda dengan ciri khas melingkar pada sisi atas. Untuk memudahkan akses pelancong yang ingin membeli setelah mengelilingi indah panorama Sungai Musi, di kawasan ini akan dibangun cresent art centre (pusat penjualan suvenir seni) dan area terbuka. Nah, jika ingin santai, datang datang ke Taman Bunga Nusa Indah, yang saat ini dalam masa pengerasan. Eddy yakin, jika pengembangan kawasan Sekanak, Benteng Kuto Besak (BKB), dan 16 Ilir selesai, akan mampu menarik pelancong dan perdagangan internasional. Efek dominonya terjadi peningkatan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak, serta berbagai dampak positif lainnya. Nah, memancing minat investor pemerintah menjamin kemudahan proses perizinan.
Sebelumnya Gubernur Sumsel Syahrial Oesman mengatakan, menunjang percepatan pengembangan wisata sungai, pemerintah akan memfokuskan tujuh kegiatan. Pertama, meningkatkan kesediaan prasarana dan sarana publik. Kedua, meningkatkan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata sungai. Ketiga, mengembangkan sistem informasi promosi yang lengkap dengan memanfaatkan teknologi modern. Keempat, mengembangkan aktivitas ekonomi non-pariwisata yang memberikan keterkaitan dengan kegiatan wisata sungai, misalnya, terdapat industri perikanan di Pulau Kemaro, terdapat restoran rumah rakit dan tersedianya jasa perjalanan wisata sungai, seperti perahu motor hias, perahu ketek dan kapal wisata. Kelima, memberikan sistem keamanan bagi wisatawan. Keenam, menciptakan peluang investasi bagi kalangan investor dan terakhir mengembangkan model pengelolaan pariwisata sungai yang mampu menjaga kelestarian dan menjaga budaya masyarakat. (ward)