Daerah & Kebijakan
2 mnt baca • 3 pembaca

Kampus Ini Tidak Beres

Wardoyo, S.I.Kom.
Wardoyo, S.I.Kom. Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028
Selasa, 10 April 2007

Dosen IPDN Inu Kencana diskors oleh kampusnya. Inu-lah yang mengungkap kasus tewasnya Wahyu Hidayat pada 2003 hingga kematian Cliff Muntu pekan lalu. Berikut petikan wawancara dengan Inu di rumah dinasnya yang sederhana di Jatinangor, Sumedang:

Anda dipecat?
Tidak. Saya diminta berhenti sementara hingga penyelidikan kasus tewasnya Cliff Muntu tuntas.

Sikap Anda?
Kok saya yang diselidiki. Mereka dong, yang menyuntikkan formalin ke tubuh Cliff Muntu.

Anda berhenti mengajar?
Tidak. Saya nggak mau dan ingin terus mengajar karena saya hanyalah korban pesakitan dari pejabat yang tidak ingin bertanggung jawab.

Kampus IPDN memang sarat kekerasan?
Ya. Saya pikir kultur di sini tidak pernah berubah, baik praja maupun pejabatnya. Seharusnya kematian Wahyu Hidayat jadi pelajaran. Eh, malah kecolongan seperti sekarang.

Anda berani sekali?
Kebenaran kan harus diungkapkan. Ini juga untuk kebaikan masyarakat agar mereka tahu bahwa di dalam sini (kampus IPDN, Red) ada yang tidak beres.

Anda kok tahu data praja yang tewas di IPDN?
Saya kebetulan menjadi anggota senat IPDN sejak 2000. Tentu saya tahu data praja siapa saja yang meninggal secara tidak wajar. Saya tulis secara terinci berikut penyebabnya.

Berapa sih yang sebenarnya meninggal tidak wajar?
Ada 35 praja. (Inu memaparkan nama-nama praja yang tewas, lengkap dengan data dan tanggal peristiwanya). Misalnya, pada 8 Mei 1993. Praja madya Aliyan, kontingen Kalimantan Barat, jatuh dari barak Bengkulu karena tengah menyiram bunga yang diletakkan di lantai atas. Dia gegar otak. Tapi, ketika berobat ke Klinik KSA STPDN, dia dipukul pengasuhnya hingga meninggal karena dianggap cengeng.

Ada juga pada 25 Juni 2000. Praja madya Arizal asal Sulawesi Selatan meninggal dunia. Pihak IPDN mengabarkan kepada keluarga Arizal bahwa dia tenggelam di Danau Toba. Ketika jenazah tiba di Sulsel, keluarga Arizal dilarang membuka peti dengan dalih bau mayat sudah busuk. Padahal, jenazah tidak busuk.

Banyak yang menyalahkan Anda karena membongkar kasus IPDN ke media?
Saya sampaikan apa adanya sesuai fakta. Ini bukan masalah data walaupun lebih satu atau kurang satu. Ini menyangkut nyawa orang lain.

Data Anda diberikan kepada siapa?
Tadi pagi (kemarin, Red) sudah saya sampaikan kepada presiden melalui Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan presiden menyikapi masalah ini.

Harapan atas IPDN ke depan?
Saya berharap semuanya akan terungkap dengan sendirinya. Sepintar-pintarnya menyimpan bangkai, pasti terungkap juga. Tidak lupa, kita harus mencari tikus yang menggerogoti lumbung, bukan malah membakar lumbungnya. Dengan begitu, tidak akan ada lagi kasus-kasus serupa yang terjadi. (*)

Bagikan Tulisan Ini:
Wardoyo, S.I.Kom.

Wardoyo, S.I.Kom.

Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028

SK PWI Pusat Nomor: 033/PP-PWI/XI/2025

Wartawan Utama Dewan Pers, Anggota DKP PWI Sumsel, dan pegiat advokasi jurnalisme di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kompetensi Pers: UKW Utama Dewan Pers
Dewan Kehormatan: DKP PWI Sumatera Selatan
Lihat Semua 320 Tulisan
Profil Penulis

Wardoyo, S.I.Kom. adalah Wartawan Tingkat Utama Dewan Pers dan Ketua PWI Banyuasin Periode 2025–2028. Seluruh tulisan ini merupakan arsip pemikiran dan dedikasi profesional.

Lihat Portofolio & Rekam Jejak

Kontak Pengurus PWI

Pilih kontak WhatsApp pengurus harian di bawah ini

Wardoyo, S.I.Kom
Wardoyo, S.I.Kom

KETUA PWI BANYUASIN

H. Gusra Yetri, SH
H. Gusra Yetri, SH

WAKIL KETUA PWI

Deni Arianto
Deni Arianto

SEKRETARIS PWI

Ridho Andi Sucipto, M.Pd
Ridho Andi Sucipto, M.Pd

BENDAHARA PWI