Peresmian Penas XII di Banyuasin Sumsel
Presiden SBY menyematkan secara simbolis Satyalancana Wira Karya kepada
Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dan Satyalancana Pembangunan untuk Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan pada pembukaan Penas XII di Banyuasin, Sumsel, Sabtu (7/7) pagi. (foto
Banyuasin: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka Pekan Nasional (Penas) XII Petani Nelayan 2007 di lapangan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Sembawa, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (7/7). Acara ini diikuti 21 ribu petani dan nelayan dari 33 provinsi di Indonesia, dan wakil petani dari negara ASEAN dan Jepang.
Dalam laporannya Ketua Umum Panitia Penas XII Winarno Tohir menjelaskan, ada 30 jenis kegiatan yang dirangkum dalam 7 fokus kegiatan yang dilaksanakan dalam Penas XII yang berlangsung pada tanggal 7-12 Juli ini. Ada dua kegiatan baru dibandingkan dengan penyelenggaraan Penas sebelumnya, yaitu sinkronisasi pembangunan pertanian pusat dan daerah, serta pasar lelang komoditas agro. “Penas merupakan forum pertemuan atau tempat belajar mengajar, berbagi pengalaman petani, nelayan, penyuluh, swasta dan pemerintah, sehingga melahirkan tanggung jawab bersama,“ kata Winarno Tohir yang juga Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Penas XII dilaksanakan pada tahun kedua setelah pencanangan program Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan oleh Presiden SBY. Revitalisasi ini, kata Winarno Tohir, telah menumbuhkan harapan dan optimisme baru bagi petani nelayan untuk segera bangkit. Sementara Menteri Pertanian Anton Apriyantono menjelaskan ajang Penas XII juga bisa dipandang sebagai media komunikasi teknologi pertanian. “Sekaligus mengevaluasi program revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan,“ kata Anton.
Dalam amanatnya, Presiden SBY berharap sekembali dari acara Penas ini para petani dan nelayan dapat menerapkan pengetahuan dan teknik baru yang didapat dari pertukaran pengalaman untuk daerah masing-masing. Sehingga produksi pertanian akan meningkat. “Produksi dan produktivitas meningkat, maka kita akan dapat membangun ketahanan pangan,“ kata Presiden.
Pada acara ini SBY menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Wirakarya dan Satyalancana Pembangunan pada 181 orang. Penyematan dilakukan secara simbolis kepada Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman (Satyalancana Wirakarya), dan Satyalancana Pembangunan kepada Bupati Bolaang Mongondow Hajjah Marlina Moha Siahaan, Bupati Merauke Johannes Gluba Gebze, serta Lukman Zakaria petani karet dari Jambi.
Presiden juga menyerahkan berbagai bantuan, antara lain berupa bibit unggul, dana, mobil dan motor penyuluhan. Peresmian pembukaan Penas XII dilakukan dengan pemukulan kentongan oleh Presiden didampinbgi oleh Mentan Anton Apriyantono, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi. Kemudian Presiden melakukan dialog dengan para petani dan nelayan. Acara diakhiri dengan peninjauan ke stand-stand pameran yang berada di areal peresmian.
Tampak hadir bersama Presiden, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, juga gubernur, bupati dan walikota dari berbagai daerah di Indonesia. (har/nnf/ward)