Daerah & Kebijakan
2 mnt baca • 4 pembaca

Sabun Raksasa Banyuasin Masuk Muri

Wardoyo, S.I.Kom.
Wardoyo, S.I.Kom. Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028
Jumat, 15 Juni 2007

BANYUASIN– Untuk memeriahkan Pekan Nasional logo-penas-xii-banyuasin.jpgKontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-12 pada 7-12 Juli di Desa Sembawa, Kecamatan Banyuasin III, panitia menampilkan sabun raksasa. Dananya mencapai Rp150 juta. Sabun berukuran 2,70 m x 165 cm dan tebal 100 cm dibuat 35 warga Desa Terusan Tengah, Kecamatan Muara Telang, Banyuasin.

Menurut Direktur Improvement Institute, Wisnu Garjito, sabun itu rencananya akan masuk Museum Rekor Indonesia (Muri). “Sebenarnya bisa saja masuk Guiness of Record, namun karena dana terbatas kita hanya bisa sampai tingkat nasional. Ide ini muncul dari pekerja yang sudah memproduksi sabun sejak  tahun 2006,” ucap Wisnu ketika ditemui di lokasi Penas Sembawa, Kamis   (14/6). Dijelaskan, proses pembuatan sabun raksasa menghabiskan kelapa 16.900 buah  semuanya dari Banyuasin. Kelapa itu diproses melalui penyaringan untuk menghasilkan Virgin Coconout Oil (VCO) sebagai bahan utama pembuatan sabun sesuai prosedur standar yang telah dilakukan penelitian dan uji laboratorium.

Dijelaskan Garjito, sabun yang sekarang sedang diproses mengandung unsur-unsur alamiah di antaranya VCO, minyak jarak dan air. Juga soda api dan parfum untuk mengharumkan material sabun.  Dengan perbandingan VCO16 ons, soda api 1,4 kg, air 4 kg, pengental 100. Untuk parfum dan minyak jarak disesuaikan keinginan tim.

Lebih lanjut dikatakan, proses pembuatan membutuhakn waktu lama dari awal sampai pematangan. Penyaringan kelapa dilakukan tiga kali, kemudian didinginkan selama 8 jam untuk menghasilkan VCO. Setelah jadi VCO disaring lagi untuk meningkatkan kualitas VCO lalu diaduk dengan bahan lainnya. Setelah itu, tim harus mendinginkan adonan   sekitar 8 jam dengan cara diaduk terus  menerus. Baru kemudian didinginkan di dalam cetakan selama dua hari. Proses pematangan membutuhkan waktu 3-4 minggu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilyah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) Banyuasin, Arifin menyebutkan tadinya di sabun akan dibuat ukiran Presiden RI dan Gubernur Sumsel. Namun, karena terkendala dana kemungkin diganti dengan cara menempel fotonya saja.”Kita membutuhkan dana Rp20 juta.

Dana untuk pembuatan sabun raksasa ini sumbangan pemprov dan masyarakat,” ungkapnya. Di sabun juga akan ada gambar Desa Terusan Tengah, di mana pekerja sabun berasal dan aktivitas  pertanian lainnya. (32/ward)

Bagikan Tulisan Ini:
Wardoyo, S.I.Kom.

Wardoyo, S.I.Kom.

Ketua PWI Kabupaten Banyuasin - Periode 2025–2028

SK PWI Pusat Nomor: 033/PP-PWI/XI/2025

Wartawan Utama Dewan Pers, Anggota DKP PWI Sumsel, dan pegiat advokasi jurnalisme di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kompetensi Pers: UKW Utama Dewan Pers
Dewan Kehormatan: DKP PWI Sumatera Selatan
Lihat Semua 320 Tulisan
Profil Penulis

Wardoyo, S.I.Kom. adalah Wartawan Tingkat Utama Dewan Pers dan Ketua PWI Banyuasin Periode 2025–2028. Seluruh tulisan ini merupakan arsip pemikiran dan dedikasi profesional.

Lihat Portofolio & Rekam Jejak

Kontak Pengurus PWI

Pilih kontak WhatsApp pengurus harian di bawah ini

Wardoyo, S.I.Kom
Wardoyo, S.I.Kom

KETUA PWI BANYUASIN

H. Gusra Yetri, SH
H. Gusra Yetri, SH

WAKIL KETUA PWI

Deni Arianto
Deni Arianto

SEKRETARIS PWI

Ridho Andi Sucipto, M.Pd
Ridho Andi Sucipto, M.Pd

BENDAHARA PWI